SEHELAI DAUN KERING (Bt : Habibati) Tiba-tiba saja hatiku jatuh berhelai-helai di jalanan itu Tapi biarkan saja begitu Aku masih ingin berbaring sejenak di situ Menikmati pagi yang cerah di sepanjang jalan Meluruskan punggung yang telah lama bengkok demi menunggu waktu berduaan Seperti sekarang tertelungkup bersamamu dalam kehangatan Aku yang hanya sehelai daun kering merindukan dirimu Tubuhmu yang kini sehijau lumut kuharap juga menantikan aku Tunggu sebentar biar kita nikmati pagi ini sambil meluruskan punggung yang bengkok; hanya bersamamu Kendari, 30 Mei 2020
MENJADI BURUNG 🐦 (Bt : Habibati) Aku ingin menjadi 🐦 burung Di langit yang tak mudah murung Kepak sayap liarku terbang Engkau di sisiku setia tanpa bimbang Di pagi yang cerah ceria Kitalah dua makhluk paling berbahagia Di kabel listrik itu kita jadi benalu Dan langit menjadi haru biru Jika suatu ketika engkau duduk di teras Memandang langit dan kabel yang keras Ingatlah bahwa aku pernah membayangkan Kau dan aku menjadi 🐦 burung yang menyenangkan Kita hanya berdua Bersama kabel dan langit bersua Kendari, 26 Mei 2020 d4nosaurus
Kau seraut pensil yang berjalan di atas kertas Menggoresku dengan nama tak mudah diretas Merangkai huruf angka menjadi teka-teki Menggambar cerita abstrak penuh misteri Inikah awal paragraf kehidupan yang harus dieja Diberi makna karakter serta istilah sederhana Tentang semburat kabut di padang-ladang ilalang Atau mega merah jambu di ujung barat menyalang Bayangmu berbaris dalam larik secarik kalimat Berparade manis di halaman buku sukar kutamat Namun terus terbaca terlisankan dengan hikmat Karena kuyakin risalahmu sebagai penyelamat IBNU NAFISAH Kendari, 11 Januari 2017
Comments
Post a Comment