Posts

SAJAK RINDU

PUISI PATIDUSA ************** (Terinspirasi oleh: Lagu Rindu ;Kerispatih) Bintang Malam penuhi Kirana* rindu belintang** Menggelimantang*** rasa sendu hati Ingin lukis langit namamu Pada dingin bumantara**** Erat pelukku Se-udara Angkasa Tahukah engkau Siapa sang pemuja Berdiri kaku ingin menjangkau Embun kelam itu; aku Bermimpi belai kenya***** Meski beku Olehnya Sajak Cinta melonjak Tercipta buat dikau Belahan jiwa kian memukau Catatan Kaki: *sinar **terletak melintang ***memancar ****angkasa *****gadis Ibnu Nafisah Kendari, 22 September 2015

HIBAT*

(Sesuatu Yang sederhana) Tahukah kau? Mengapa kumbang terbang di taman? Itu karna bunga memukau Wanginya terbawa angin menawan Bahkan hujan menetes Pada daun ilalang Membawa kabar ngomes** Rindunya melanglang Pada embun di tingkap dahan mencit Masih pula senoktah air bertahta Memeluk sejuta bukit Hamparan kabut terhempas semata Pelan-pelan malam yang tak mau berganti Memerah di pusat akanan, lalu pergi Burung terbang di jendela langit Meraih cinta pada udara azurit*** Begitulah cinta melimpas**** Sederhana dan alami Semudah menarik napas Dan dihembuskan kembali Catatan Kaki: *cinta **selalu basah ***berwarna biru muda ****terlalui/terlampaui Ibnu Nafisah Kendari, 25 September 2015

BUYA*

(Orang yang selalu terkenang) Di lenganmu tersimpan darah Putih tulang bersarang daging Tetes keringat banjiri baju-kerah Terbayang lelah hingga setungging** Jungkir balik keluarga kita Ratap-tatap penuh tresna Kau sumbat-tutup sepenuh tenaga Korban nyawa demi senyawa Hari yang terkejar Semangat hidup kau tempuh Takkan pernah pudar Serupa gading tajam dan ampuh Kini tetulang telah rapuh Seiring waktu memutih rambut Kau masih berdiri sikapi sepuh Menjadi rangka tubuh cerabut Meski mata tak awas Kerut marut kulit lemas Pribadimu tetap kokoh kuat Pantang surut terus cuat Ramanda***, darahmu kini mengalir daku Menganak sungai kian liku Semangat juang terwaris Terpendam-karam seumpama historis Gubahlah aku yang terpilih Doakanlah terus di nadi Tempat segala cita beralih Temurun jadi tunas abadi Catatan Kaki: *ayah **jungkir balik kepala di bawah ***ayahanda Ibnu Nafisah Kendari, 25 September 2015

KABUT

PUISI PATIDUSA *************** Ibu Kulihat kerudungmu Berkibar terbawa asap Cadarmu mengepak bah sayap Matahari tak mampu mengecup Pundakmu berdiri kuncup Terbawa kabut Kalut Ilam-Ilam* Menebar akanan** Menelungkup segenap sebam*** Hilangkan dunia dan luruhkan Halimun pekat remang mendesak Terhirup pedih sesak Menekan dahak Ruak**** Ibu Kainmu meratap Alam kering merandu Dan ayah terbakar merayap Catatan Kaki : *kabut **cakrawala ***kelabu, suram ****merata kemana-mana Ibnu Nafisah Kendari, 14 September 2015

MALAM INI BULAN TAK NAMPAK

Sepi Lalu senyap meliputi Ada yang berbisik di sela ilalang "Malam ini ia akan mati, hilang" Dua peluru membuat rumah-rumahan Dalam daging murahan Darah berceceran Seperti bintang berhamburan Pecut keringat Laksana butiran bulan bulat Ah, sayang jejak tak napak Dan malam ini bulan tak nampak Ibnu Nafisah Kendari, 15 September 2015

BUKIT CINTA

(Rasa jalang yang tak bertuan) Rumput berdiri Layaknya lelaki Bergoyang bersiul Dengan kopi mengepul Angin menggoda Serupa wanita Bersuara syahdu Indah mengadu Ketika bukit terdaki Nyanyian alam berbunyi Gemerisik ilalang Terbuai angin nyalang Kuhirup udara liar Antara kita Suara angin biar Goyangkan cinta Kita berkecamuk nafsuh mengamuk Ingin penuhi Kolam sepi Ibnu Nafisah Kendari, 15 September 2015

RINDU

(Satu kata yang kubawa sebagai buah tangan) Sayang Aku datang Membawa sejuta rindu Dalam koper penuh merayu Ingin segera memeluk dirimu Menerobos jarak pintu cintaku Penuhi sms, telpon, dan segala panggilan manja Kau lihat, senyum terkembang Dan juga sungai air mata Turut merembang Sayang, sudah lupakan semua Bayang dan mimpi buruk tentang kita Orang yang kau nanti berdiri di sini Menunggu pelukan serta cerita diri Lepaskan segala kangenmu Juga dendam cintamu Yang kau timbun Semakin rimbun Kau pendam Semakin dalam Sayang kemari Dekap jemari Yang lelah Melangkah Sayangku ILU Ibnu Nafisah Kendari, 15 September 2015