PUISI PATIDUSA *************** YELLA! (Sebuah kata bagi mereka yang terus berjuang) Jejak Kakimu menggelandang Telusuri kantor berundak Hanya kata, 'tidak' menghadang Ijasah sarjana tercetak rapi Kau apit kepak Terbawa tercari Sepak Hari Semakin panas Lowongan kerja menjari Guyuran keringat kering menderas Namun semangatmu tak pupus Tak jua mampus Terucap kata ; Yella-yella! *** Catatan Kaki: Yella : Ungkapan semangat dalam bahasa Arab Ibnu Nafisah Kendari, 04 Oktober 2015
POS TERATAI 02 AK 101 melingkar di dada Mencium tubuh haus akan dahaga Merayap bodyvest senafsu napas kuhela Menjilati peluh bagai taring baskara Halong Tango bergemuruh ribuan mil di sana Bagai kekasih merindu tak jua bersua Mengabarkan api cinta mulai menghangus Mengoarkan 6-5 dua kelurahan sekaligus Otak ini menjadi kaku sebeku helm kevlar Di rentang fajar buta asmara kita menjalar Terendus romantisme pilkada kian seleweng Perselingkuhan malam tergeletak berkeleweng Gerbang meriakkan portal Seraya merayu serdadu nakal Gelegak darah berdesir Menyeruak di jalan berpasir IBNU NAFISAH Kendari, 22 Februari 2017
#PUISI_KOLABORASI Judul : CINTA TAK BERTUAN Karya : Zee Qarisa dan Ibnu Nafisah Terkekang rantai rindu Terpanggang sekam cemburu Lidah api terbakar memburu Bahkan jarak semakin bisu Serupa gunung bertahta sendu Terdiam, gamang pada ragu Sungguh hati teriak namamu Keheningan pun terjawab gagu Rasa cinta diterpa badai kelu Kau serupa tembok yang tinggi Gejolak ini bagai partisi Semakin terkejar pun pergi Siapakah pemilik lara kini Berjalan sepi sendiri Tanpa sandaran jiwa di sisi Jakarta-Kendari, 23 Oktober 2015
Comments
Post a Comment