Posts

KEPADA ISTRIKU

Image

DERIVAT

Image
DERIVAT Peluk Ayahmu erat Dunia siasat bagai maksiat Bagai perang impresariat Menangislah wahai akhwat Karena dosa dan akhirat 'Kan kembali pada Ilahiat Peluk lagi yang rapat Lebih dalam lebih dekat Sekuat doa dan niat Kendari, 13 Februari 2022

ARKAIS

Image
ARKAIS Senja datang sebagai sunyi Masa tua beraroma kenyi Detak jam berlalu dan bernyanyi Akankah kuhabistandaskan dikepulan asap Menerawang zaman terhirup terisap Lalu waktu pun terbuang dan lesap Ah, tunggu dulu Keris ini setajam sembilu Adzan maghrib bagai sendalu Kendari, 12 Februari 2022

LAUT

Image
Suatu ketika aku pernah melihat laut Angin menderu terpaut Ombak berbuih bertaut Akulah nelayan di sana Mengarungi samudera Layar mengembara Saat itu diriku pendar Tubuhku tenggelam tersadar Di bola matamu aku beredar Kendari, 12 Februari 2022

LOVE NOTE

Image
LOVE NOTE Aku bisa saja menulis surat cinta Dalam botol-botol kaca Mengapung di laut tak bernama Atau memberikan engkau permata Dalam kotak berpita Tersembunyi di kantong celana Tapi aku memilih duduk berdua Memandang pendar matamu bercahaya Ketika malam dan bulan menyala Kendari, 12 Februari 2022

PUAN SENDIRI

Image

AKU TAK TAHU

Image

ARTI CINTA

Image

AKU MENCINTAIMU

Image

TENTANG CINTA

Image

ARTI CINTA

Image

ANAK ADALAH KATA-KATA

Image

TENTANG TANGIS

Image

KETIKA ADA YANG MENYATAKAN CINTA

Image

ANAK EMBUN

Image

PADA SUATU PAGI

Image

PERI(H)AL RINDU

Image

saat hujan

Image
SAAT HUJAN (Bt : Habibati) Di hari-hari penghujan yang kadang bergemuruh di antara batang-batang pohon Mengibas daun selentik jemari penari dirintik yang monoton Kita masih memandang hujan melalui kaca jendela yang buram Berselimut lenganmu di dadaku layaknya kapal yang telah karam Kita hanya memperhatikan dedaunan memukul kaca jendela tanpa henti Atau air jatuh bergemuruh terbawa arus sungai  yang mengalir dalam hati Kendari, 11 Juni 2020 

SAAT HUJAN

Image
SAAT HUJAN (Bt : Habibati) Di hari-hari penghujan yang kadang bergemuruh di antara batang-batang pohon Mengibas daun selentik jemari penari dirintik yang monoton Kita masih memandang hujan melalui kaca jendela yang buram Berselimut lenganmu di dadaku layaknya kapal yang telah karam Kita hanya memperhatikan dedaunan memukul kaca jendela tanpa henti Atau air jatuh bergemuruh terbawa arus sungai  yang mengalir dalam hati Kendari, 11 Juni 2020

MENUNTUN PENAT

Image
MENUNTUN PENAT (Bt : Habibati) Ada serangga berdengung menyayat dari balik pohon yang tak ingin pergi Suara angin berkesiur di ranting paling tinggi Ada yang duduk saja mendengar alam di depan rumahnya Sembari mengagumi gurauan kupu pada kelopak bunga Ia hanya ingin menjadi kata-kata dalam selembar surat Sebuah kalimat yang ingin dikirim pada sebuah alamat Atau mencari ke dalam puisi tentang sesuatu yang lama ia baca dibalik koma Lalu membentur-benturkan jemari pada catatannya Namun akhirnya ia memilih bergelung di dada kekasihnya Yang kini mengusapnya perlahan seraya menuntun penat di matanya Kendari, 11 Juni 2020