Posts

PERI(H)AL CANTIK

PERI(H ) AL CANTIK (Bt : Habibati) Suatu ketika engkau nyatakan sebuah tanya tentang cantik? Cantik itu ketika maju mundur maju mundur lincah Berpakaian minim dan suara mendesah Lalu semua mata menatap birahi padamu Layaknya 🐺 serigala anggap 🐑 domba tamu yang harus dijamu Seperti barang di pertokoan Bungkusannya menawan meski loakan Tapi engkau wanita yang anggun Saat jubahmu menyentuh alas kaki aku tertegun Engkau tersipu malu tunduk seakan sembunyi Dalam diam berjalan dalam sunyi tanpa bunyi Seakan-akan menutup aib Tabir gaib enggan tuk raib Begitulah dihatiku tinggal Citra yang enggan tanggal Dan sekarang apakah engkau masih bertanya tentang cantik? Kendari, 09 April 2020 d4nosaurus

TENTANG CINTA

TENTANG CINTA (Bt : Habibati) Ada yang percaya cinta terbuat dari waktu Dari hari yang dilarutkan ke pekan bersemu tahun membatu dan beku Juga mata meraba pada cahaya pertama Dari pandang karam alam hati diperam dalam rindu membara Namun bagiku cinta ketika ayat-ayatNya  bagai puisi di lidahmu Mengisi ruang-ruang kosong kemudian meraung-raung di kalbu Kala kepala berkali-kali sujud tiada henti tanpa nanti-nanti Bagai rumput terus kembali meski selalu mati lalu menanti Ketika aku mencintaimu karena Allah Dan Allah subhana wa taala mencintaimu dzat yang telah membuatmu mencintaiku karenaNya Kendari, 11 April 2020 d4nosaurus

SEBUAH PESAN

SEBUAH PESAN (Bt : Habibati) Jangan salahkan anak kita kelak Jika memilih jadi penyanyi daripada Hafizah Jangan salahkan anak kita kelak Jika lebih memilih pamer buah dadanya ketimbang buah pikirannya Dan jangan pernah menyalahkannya kelak Jika anak itu mengenal dunia percintaan dibanding mencintai Allah dan Rasulnya Tapi salahkanlah AKU Karena tidak tegasnya dalam kataku Salahkanlah diriku sebelum terlambat  Karena nanti sesal jadi kalimat menyayat Bukankah, "... zina, sutra, khamar, dan alat-alat musik ...," suatu saat akan dihalalkan pada segolongan orang? Bukankah kita bukan segolongan itu? Yah, kita adalah segelintir lain dari golongan itu, sayang! Kendari, 08 April 2020 d4nosaurus

SELASA

SELASA (Bt : Habibati) Suatu saat nanti puisiku tak akan ada lagi Tapi tak akan kubiarkan engkau menyendiri  Jejak rinduku akan turun bersama hujan di kemudian hari Suatu ketika kata-kataku akan hilang oleh masa Namun tak akan kubiarkan engkau berduka Rintik air akan membilas segala bahasa cinta Besok, lusa, tulat ataupun tubin engkau tak akan bisa menemukan tawaku lagi Tapi tak akan kubiarkan engkau bersedih Dalam baris-baris puisi ini tak henti-hentinya engkau kucari Suatu hari nanti pikiranku tak membekas di mana-mana Namun aku tak ingin engkau mengeja waktu dengan beribu rasa   Aku yakin Tuhan akan menuntun dirimu meski  aku tak ada lagi seperti di hari Selasa Kendari, 07 April 2020 d4nosaurus

DAPUR

DAPUR (Bt : Habibati) Ada yang senantiasa melukis asap di dapur  Mengukir nasi dan sayur di mangkuk meski tak lagi berpupur Menangisi berlembar-lembar kulit bawang dalam dukanya Atau menertawai diri karena mengajari🎏 ikan berenang di pancinya Akan ada seseorang betah berdiri memanaskan wajah Berjalan mondar-mandir sambil merapalkan ayat-ayat rempah Di candi di tempat ia bersemedi hangatkan doa, piring dan gelas berbunyi tanpa kenal lelah Memanggil jiwa-jiwa kelaparan yang jauh berkelana karena resah Ada yang senantiasa berdiri di sana menyalakan api Atau sekadar memberi segelas air dengan senyuman di pipi Kendari, 07 April 2020 d4nosaurus

SENIN

SENIN (Bt : Habibati) Engkau seperti hari Senin Hari-hari panjang dan gemesin Detik demi detik seakan tak ingin berjalan Bagai dirimu yang tak mau pergi dari pikiran Pekerjaan numpuk bah sampah tertampung Layaknya rindu kini semakin menggunung Pagi hingga sore tenggelam dalam berkas yang panjang Begitulah dirimu buat aku karam sekaligus melayang Meski tak sempat menelepon mencari tahu Yakinlah sayang dalam sekejap kita sudah bertemu Segera selesai Seketika itu sampai Kendari, 06 April 2020 d4nosaurus

AHAD

AHAD (Bt : Habibati) Sayang biarkan sejenak aku di sini Meluruskan tulang dan hati ini Jangan pergi dulu Butuh dirimu di kepalaku Sambil dengarkan rintik hujan  Daun tangkai pohon kebasahan Biarkan aku bermanja  Dibelai mesra Kitalah abadi, kau tahu? Yang fana adalah waktu Aku pernah baca begitu Dan sekarang aku yakin hal itu Jadi, biarkan aku baring berapa abad Habiskan waktu di hari Ahad Kendari, 05 April 2020 D4NOSAURUS