Posts

KAYU

PUISI PATIDUSA ORIGINAL «««««««««««««»»»»»»»»»»»»»» KAYU Ketika sebatang kayu berdiri Tegak menghujam bumi Tatap mentari Sendiri Dirimu Satu-satunya bayang Beredar mengelilingi waktu Menyertai siang terik melayang Kemanapun kau pergi berlari Selalu akan kembali Memeluk rindu Sepiku Ibnu Nafisah Kendari, 24 Januari 2016

PREDESTINASI

PREDESTINASI Aku dikejar masa yang akan tiba Kenangan pun segera pergi Dan waktu terus mengetuk iba Meronta-ronta tak ingin lari Bertahan tiada kuasa Hingga menyerah pada asa Sekali lagi teriak tak ingin lepas Memeluk erat berpeluh darah Namun takdir menentukan arah Ibnu Nafisah Kendari, 24 Januari 2016

DALAM LUKA

PUISI PATIDUSA TANGGA »»»»»»»»»»»»»»«««««««««««« DALAM LUKA Kita ayunkan lagi pedang Saling gores luka Dalam padang Berdarah Sesuka hati tancap tombak Menikam daging merah Jerit merebak Marah Lalu tangis pilu menyayat Saling beku pedih Bagai mayat Sedih Ibnu Nafisah Kendari, 21 Januari 2016

BIAR CINTA BICARA

BIAR CINTA BICARA Kulepas kau lekas Bersama senja beranjak pergi Temui malam kian kelam Baumu masih merembang Mengambang tak tentu Dalam benak yang membelanak Biar cinta bicara Membawamu pergi dan kembali Ketika tanya semua terjawab Ibnu Nafisah Kendari, 21 Januari 2016

WAKTU

PUISI PATIDUSA ORIGINAL ««««««««««««««»»»»»»»»»»»»» WAKTU Kali ini tak bernama Hari berjalan lama Berkaki lesu Bisu Padang Kayu jendela Di bilik kenangan Tiada yang akan sama Jam pasir  bergerak merintik Teteskan serpihan detik Masa hilang Jelang Ibnu Nafisah Kendari, 21 Januari 2016

HARI KEMATIAN

PUISI PATIDUSA TANGGA ««««««««««««««»»»»»»»»»»»» DI HARI KEMATIAN Kau datang berwajah kelam Menemani hari terakhir Mendung hitam Terukir Keluarga, Harta ; aku meramal Mereka pasti pergi Tinggal amal Sendiri Ketika ruh hendak lepas Pun jiwa terbebas Jasad kebas Lemas Tak ingin cacian tangismu Bersatu gerimis mengiris Tersedu mengadu Pilu Berlalulah dengan hati ikhlas Hingga waktu berjalan Kita lupakan Kenangan Ibnu Nafisah Kendari, 22 Januari 2016

POHON #2

PUISI PATIDUSA ORIGINAL «««««««««««««««»»»»»»»»»»»» POHON Bayangmu sejukkan resah hati Teduhkan gelisah mati Tak bertepi Sepi Angin Berhembus dingin Sepoi tentram menyisik Biar sulur daunan gemerisik Nyanyian alam adalah engkau Damai segala menjangkau Menjaga cinta Rasa Burung Siul senandung Bunga rumput mengalun Tubuhku rubuh tanah mengayun Ibnu Nafisah Kdi, 23 Januari 2016